UPTD Puskesmas Bantarkalong Rilis Buletin SKDR Minggu ke-40 Tahun 2026, ISPA Masih Mendominasi

Beranda Berita UPTD Puskesmas Bantarkalong Rilis Buletin SKDR Minggu ke-40 Tahun 2026, ISPA Masih Mendominasi
Foto Berita
Kesehatan
02 November 2026
Admin
10 views

UPTD Puskesmas Bantarkalong Rilis Buletin SKDR Minggu ke-40 Tahun 2026, ISPA Masih Mendominasi

BANTARKALONG, TASIKMALAYA - UPTD Puskesmas Bantarkalong merilis Buletin Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Minggu ke-40 Tahun 2026 untuk periode 4-10 Oktober 2026. Buletin ini memuat hasil pemantauan penyakit serta capaian pelaporan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Wilayah kerja Puskesmas Bantarkalong. 

Berdasarkan hasil pemantauan, ISPA masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan pada minggu ke-40. Selain itu, terdapat beberapa penyakit lain yang menjadi perhatian dan memerlukan pemantauan lebih lanjut. 

Adapun hasil pemantauan penyakit pada minggu ke-40 Tahun 2026 meliputi:

  • ISPA: 38 kasus, dengan jumlah kumulatif 1.405 kasus.
  • Diare: 5 kasus, dengan jumlah kumulatif 155 kasus.
  • Disentri: 2 kasus, dengan jumlah kumulatif 92 kasus.
  • Suspek demam tifoid: 2 kasus, dengan jumlah kumulatif 71 kasus.
  • Pneumonia: Tidak ditemukan kasus baru pada minggu ini.
  • ILI (penyakit serupa influenza): Tidak ditemukan kasus baru pada minggu ini.

Berdasarkan data tersebut, ISPA menjadi fokus utama pemantauan karena jumlah kasusnya paling tinggi dibandingkan penyakit lain yang tercantum dalam laporan. Sementara itu, alert penyakit pada minggu ini meliputi diare akut sebanyak 5 kasus, diare berdarah/disentri sebanyak 2 kasus, dan suspek demam tifoid sebanyak 2 kasus. Kasus-kasus tersebut telah dilakukan verifikasi sesuai laporan SKDR.

Dari sisi pelaporan, capaian ketepatan dan kelengkapan laporan SKDR dari fasilitas kesehatan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bantarkalong tercatat sebesar 60%. Pelaporan yang tepat waktu dan lengkap berperan penting dalam mendukung pemantauan tren penyakit serta mempercepat deteksi dini terhadap potensi peningkatan kasus.

Melalui pelaksanaan SKDR secara berkala, UPTD Puskesmas Bantarkalong terus melakukan pemantauan perkembangan penyakit sebagai dasar kewaspadaan dan tindak lanjut kesehatan masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga kebersihan lingkungan, serta memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan kesehatan.

Dengan adanya pemantauan dan pelaporan yang berkesinambungan, diharapkan kewaspadaan terhadap penyakit di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bantarkalong dapat terus ditingkatkan.


- SM

Tags:
#Bupati #wakilbupati #stunting #dinkes #kependudukan #kesehatan #masyarakat #berita #puskesmas #KabupatenTasikmalaya
Bagikan artikel ini: