ISPA Masih Mendominasi Laporan SKDR UPTD Puskesmas Bantarkalong Minggu Ke-38

Beranda Berita ISPA Masih Mendominasi Laporan SKDR UPTD Puskesmas Bantarkalong Minggu Ke-38
Foto Berita
Kesehatan
02 November 2026
Admin
45 views

ISPA Masih Mendominasi Laporan SKDR UPTD Puskesmas Bantarkalong Minggu Ke-38

BANTARKALONG, TASIKMALAYA – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi perhatian dalam pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bantarkalong. Berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) periode 20–26 September 2026, tercatat 48 kasus ISPA sepanjang Minggu ke-38.

Angka tersebut menjadikan ISPA sebagai penyakit dengan jumlah kasus tertinggi pada periode pelaporan kali ini. Dari grafik perkembangan mingguan, jumlah kasus ISPA memang menunjukkan perubahan dari minggu ke minggu, sehingga pemantauan rutin tetap diperlukan untuk melihat kecenderungan kasus di masyarakat.

48 Kasus ISPA Terdeteksi dalam Sepekan

Laporan SKDR Minggu ke-38 mencatat sejumlah penyakit yang masuk dalam pemantauan. Selain ISPA, terdapat 5 kasus diare, 4 kasus disentri, dan 1 kasus suspek demam tifoid. Sementara itu, pneumonia dan ILI (Influenza Like Illness) tidak ditemukan pada periode tersebut.

Dari seluruh penyakit yang dilaporkan, ISPA menjadi kasus yang paling menonjol dengan 48 kasus. Tidak terdapat laporan kematian pada masing-masing penyakit sehingga angka Case Fatality Rate (CFR) tercatat 0 persen.

Jika dilihat secara kumulatif, kasus ISPA sejak awal pemantauan hingga Minggu ke-38 telah mencapai 1.296 kasus. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa gangguan saluran pernapasan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Bantarkalong.

Puskesmas Induk Catat Kasus ISPA Terbanyak

Distribusi kasus berdasarkan fasilitas kesehatan menunjukkan bahwa Puskesmas Induk menjadi penyumbang laporan ISPA terbanyak dengan 15 kasus pada minggu ini.

Kasus lainnya tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan dan wilayah desa dengan jumlah yang berbeda-beda. Sebaran tersebut menjadi salah satu bahan pemantauan petugas untuk melihat wilayah yang memerlukan perhatian lebih dalam pengendalian penyakit.

Alert Disentri Turut Menjadi Perhatian

Selain ISPA, laporan Minggu ke-38 juga mencatat adanya 4 kasus diare berdarah/disentri yang masuk sebagai alert dan telah dilakukan verifikasi.

Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam sistem kewaspadaan dini. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya peningkatan kasus yang lebih luas.

Pelaporan SKDR Mencapai 65 Persen

Dari sisi pelaporan, tingkat ketepatan dan kelengkapan laporan fasilitas kesehatan pada Minggu ke-38 tercatat sebesar 65 persen.

Capaian tersebut masih menjadi bagian yang perlu ditingkatkan agar informasi mengenai kondisi kesehatan masyarakat dapat diterima secara lebih lengkap dan tepat waktu. Data yang konsisten dari seluruh jejaring fasilitas kesehatan sangat membantu petugas dalam mengenali perubahan pola penyakit sejak dini.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dengan ISPA yang masih menjadi penyakit paling banyak ditemukan, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga pola makan, serta memastikan waktu istirahat yang cukup dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan.

Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas juga diharapkan segera memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Melalui pemantauan SKDR secara berkelanjutan, UPTD Puskesmas Bantarkalong terus memonitor perkembangan penyakit setiap minggu sebagai bagian dari upaya kewaspadaan dini dan respons terhadap potensi masalah kesehatan di wilayah kerja.


 - SM

 

Tags:
#Bupati #wakilbupati #dinkes #kependudukan #kesehatan #masyarakat #berita #puskesmas #KabupatenTasikmalaya
Bagikan artikel ini: